Duit Isteri, Duit Suami?
Huhu, saya terbaca entri ini di email yang telah di forwardkan ke mail yahoo saya. Saja je saya postkan untuk di jadikan simpanan dan panduan.
1. Apabila isteri anda bekerja maka gaji bulanannya adalah menjadi harta isteri, begitupun apabila isteri mendapatkan hadiah atau harta waris dari orang tuanya, maka, semua itu menjadi harta kekayaan isteri.
2. Suami boleh mengambil wang gaji isteri, asalkan hal itu berdasarkan kerelaannya. Akan tetapi walaupun isteri mendapatkan gaji, suami tetap wajib memberikan nafkah kepadanya sesuai dengan kemampuan.
3. Apabila seorang isteri merelakan hartanya digabung dengan harta suami seperti, maka hal itu diperbolehkan dengan syarat isteri tersebut seorang yang peduli dengan hartanya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa
Ta’ala.
“Artinya : Jika isterimu berbuat baik kepadamu (memberikan sebagian mas kawin tersebut kepadamu), maka terimalah dan makanlah dengan senang hatiâ€
[An-Nisaa : 4]
4. Jika isteri seorang yang tidak pernah memperdulikan hartanya (pemboros), maka suami tidak boleh mengambil hartanya sedikitpun. Sebaliknya suami harus menjaga hartanya untuk kepentingan dirinya. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menolong kita semua agar kita senantiasa melaksanakan segala sesuatu yang Dia redhai.
5. Jika isteri memberikan surat bukti tentang pemberian tersebut, maka hal itu lebih baik dan lebih berhati-hati, terutama apabila anda khawatir dikemudian hari ada tuntutan dari pihak keluarga atau kerabatnya atau dikhawatirkan dia mengambil kembali pemberian tersebut. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Penolong.
6. Seorang isteri boleh mengambil harta suaminya tanpa sepengetahuan suaminya, sebanyak yang ia butuhkan bersama anak-anaknya yang masih kecil, dengan cara yang baik dan tidak berlebih-lebihan. Dengan syarat suami tersebut tidak memberikan nafkah yang cukup kepadanya. Hal ini berdasarkan sebuah hadits shahih riwayat Aisyah yang menyatakan bahwa Hindun binti Utbah mengadu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku) tidak memberikan nafkah yang cukup kepadaku dan kepada anak-anakku.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ambillah hartanya dengan cara yang ma’ruf sebanyak yang dibutuhkan olehmu dan anak-anakmu.â€
[Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Leave a Reply